Lagu Romantis Untuk Bercinta

Sebuah alunan lagu romantis pasti sangat diinginkan bagi sepasang kekasih yang ingin memadu cinta. Well, its not hard to find it. Ada sebuah lagu yang menurut ku sih romantis. Mungkin bagi pengarangnya sendiri -Jhon Bon Jovi- akan mengatakan bahwa lagunya adalah lagu romantis. Meski lagu Bon Jovi selalu dibawakan dengan ciri khas slow rock-nya, lagu ini masih terdengar romantis dengan dentingan gitaris Richie Sambora, apalagi jika menghayati lirik lagunya.

Seorang lelaki dan perempuan yang baru saja menikah, merasa ada yang asing pada diri mereka. Meski sudah saling mengenal, ada beberapa perubahan yang membuat mereka semakin dekat. Yaitu pernikahan. Yang dulunya orang asing, sekarang sudah menjadi orang terdekat. Namun ada beberapa hal yang masih mengganjal pada mereka. Karena itu suami meminta kepada istrinya untuk saling berterus terang. Tentang segala hal. Istri menyalakan lilin dan suami mengunci pintu. Mereka mulai saling berbicara. Dengan duduk berdampingan di tempat tidur, mereka saling bercerita. Mereka tahu saling mencintai itu sulit, saling mempercayai itu sulit. Meninggalkan hidup mereka masing-masing yang dahulu itu mudah, yaitu hanya dengan saling bersama. Tidak perlu saling memaafkan jika tidak berbohong. Tidak perlu berkata minta maaf jika mengatakan yang sebenarnya. Mudah saja menghabiskan seluruh hidup untuk mengejar cita-cita. Tapi lupakan saja, karena tidak perlu kebohongan diantara mereka. Mereka saling mengungkapkan perasaan masing-masing, dan mulai menata hati bersama. Meninggalakan yang telah lalu. Dan (mungkin) menanggalkan segala sesuatu ke lantai. Hmm,, kemudian bercinta. Hingga mereka merasa bukan orang asing lagi.

Wow…

So romantic i think…

Yang perlu menjadi catatan kita adalah bahwa untuk membina suatu hubungan diperlukan cinta, keterbukaan, kejujuran, kepercayaan, pengertian, dan dukungan.

Mari kita simak lirik selengkapnya sambil mendengarkan lagu Bon Jovi - “Till We Ain’t Strangers Anymore”

It might be hard to be lovers

but it’s harder to be friends

baby pull down the covers

it’s time you let me in

maybe light a couple candels

i’ll just go ahead and lock the door

if you just talk to me baby

till we ain’t strangers anymore

lay your head on my pillow

i sit beside you on the bed

don’t you think it’s time we say

somethings we haven’t said

it ain’t too late to get back to that place

back to where we thought it was before

why don’t you look at me

till we ain’t strangers anymore

sometimes it’s hard to love me

sometimes it’s hard to love you too

i know it’s hard believing

that love can pull us through

it would be so easy

to live your life

with one foot out the door

just hold me baby

till we ain’t strangers anymore

it’s hard to find forgiveness

when we just run out of lies

it’s hard to say you’re sorry

when you can’t tell wrong from right

it would be so easy

to spend your whole damn life

just keeping score

so let’s get damn to it baby

there ain’t need to lie

tell me who you think you see

when you look into my eyes

let’s put our two hearts back together

and we’ll leave the broken

pieces on the floor

make love with me baby

till we ain’t strangers anymore

we’re not strangers anymore

we’re not strangers

we’re not strangers anymore

Link:

Lyric and Song Till We Ain’t Stranger Anymore (azlyrics)

Video Till We Ain’t Stranger Anymore (you tube)

Information Till We Ain’t Stranger Anymore (wikimapia)

Download Song (4shared)

Bookmark and Share

Gadis Kecil, Malaikat Putih dan Kesatria Bayangan

ada seorang gadis kecil,

yang sejak kanak-kanak menginginkan bertemu dengan pangeran berkuda putih

yang akan membawanya pergi

bahkan membawanya terbang ke langit yang tinggi

suatu hari,

dia menganggap ada sesosok malaikat putih yang datang dari langit

terlihat berkilau

bahkan mengajari perihal kehidupan

memahami sejarah,

memahami kepedihan,

memahami tangisan,

memahami pukulan,

dan memahami betapa pentingnya berdiri kembali setelah terjatuh

malaikat putih sempat membawa gadis kecil terbang menuju ke langit,

indah terasa dari atas awan,

angin yang bertiup semakin kencang malah membuatnya senang

bahagia di dalam pelukan dan genggaman malaikat putih,

gadis kecil mendekapnya semakin erat,

namun, bumi masih tetap terlihat, bumi masih memanggil si gadis,

dan malaikat putih tak sekuat dugaannya,

meskipun pegangan gadis kecil semakin erat,

gadis kecil tak bisa selamat lagi,

dia terjatuh,

malaikat putih tak mampu menahannya,

malaikat putih harus tetap berada di langit,

malaikat putih tak dapat menjangkau gadis kecil lagi,

gadis kecil itu jatuh,

semakin cepat jatuhnya,

tinggi…

langit yang tinggi,,,

terus menjauh,

gadis kecil terjatuh, tetapi ingatannya terhadap langit biru, ketinggian, indahnya kerlip bintang, indahnya kerlip lampu yang ada di bawah, hangatnya matahari, tak dapat dilupakan…

gadis kecil terjatuh dengan tersenyum,

senyum yang melegakan,

dia merelakan segalanya,

meski jatuh, dia merasa bahagia telah pernah sekali terbang dengan malaikat putih…

bumi menerima tubuh gadis kecil,

sakit,

punggung tak bisa tegak,

debumnya menyebabkan debu di sekitar,

tak dapat melihat lagi,

gadis kecil meringis kesakitan,

air mata jatuh tak tertahan, tanpa suara

gadis kecil mencoba menikmati sakitnya,

gadis kecil terpekur sendiri,

gadis kecil menco

bingung di tempat yang tak ia kenal

bumi memang tempatnya,

tapi tempat ia berada terasa berbeda

ada amarah dalam dadanya

ada kegalauan di dalamnya

ada gejolak yang ingin dia tumpahkan

hampir dia berteriak

hanya saja tak dapat dikeluarkan

suara itu tak ada

dunia yang asing baginya

diantara debu-debu yang bertebangan,

terdapat bayangan,

segala sesuatunya menjadi jelas

bayangan tersebut semakin mendekat

bayangan tersebut semakin jelas

sekali lagi, tanah disekitarnya semakin terasa familiar

gadis kecil terpana dengan kedatangan sang bayangan

bayangan yang datang dengan diam

bayangan yang datang menghilangkan smua kegelapan

dia bayangan

bayangan ada bersamaan dengan hari terang

bayangan mengulurkan tangan kepada gadis kecil

gadis kecil tetap terpana

tidak mengerti arti semua hal yang sedang terjadi

bayangan tetap mengulurkan tangan untuk sang gadis kecil

ragu meliputi gadis kecil

tapi gadis kecil tetap menggapai tangan itu

gadis kecil merasakan kehangatan pada tangan besar itu

gadis kecil merasakan semangat lagi

semangat untuk berdiri kembali

gadis kecil sadar, dia hanya menggenggam tangan bayangan

gadis kecil ingin tetap menggenggam sesuatu

sesuatu yang hangat,

sesuatu yang bisa menghentikan linangan air mata tanpa suara

menggantinya dengan cahaya yang hangat

menggantinya dengan senyuman yang hangat

bayangan menarik gadis kecil untuk berdiri

tanpa suara,

bayangan menceritakan segala sesuatu yang membuat gadis kecil bersemangat kembali

bayangan memberinya angan

angan yang baru

semangat untuk berjalan kembali,

walau dengan tertatih

gadis kecil bisa melihat langit biru di atas

gadis kecil tersebut tersenyum

gadis kecil mengenali malaikat putih di atas sana

gadis kecil berdoa, semoga malaikat putih bahagia di atas sana

gadis kecil tau, langit biru adalah tempat terbaik untuk malaikat putih

disampingnya, gadis kecil masih menggenggam tangan bayangan

gadis kecil menyebutnya kesatria bayangan

dia datang ketika gadis kecil butuh dukungan dan pertolongan

gadis kecil melewati belajar berjalannya yang kedua kali dengan kesatria bayangan

seperti kedatangannya beserta dengan ketenangan dan cahaya terang,

begitu pula kepergiannya dengan ketenangan dan hilangnya cahaya…

gadis kecil kalut,

kesatria bayangan telah pergi bersama dengan senja di ufuk barat

kesatria bayangan hanya menemaninya ketika dia pertama kali belajar berjalan kembali,

kesatria bayangan adalah sementara waktu

kesatria bayangan adalah angan

angan gadis kecil untuk bahagia bersama

tetapi

sepenggal waktu bersama kesatria bayangan membuat sang gadis tegar

gadis kecil hanya percaya, jika pagi menjelang, pasti kesatria bayangan akan datang

tiap pagi, gadis kecil menanti,

tiap sore, gadis kecil menghela nafas,

tiap pagi, gadis kecil kembali menanti,

tiap sore, gadis kecil kembali menghela nafas,

dan tiap penantian itu, kesatria bayangan tak pernah datang kembali

kesatria bayangan telah menghilang

tak ada kabar dari burung pagi dan burung malam,

kesatria bayangan hanya membantunya untuk berdiri,

kesatria bayangan hanya membantunya untuk berjalan kembali,

kesatria bayangan hanya memberinya sedikit kenangan,

kenangan indah tentang senyum, teman, keluarga, dan kerinduan akan ibu pertiwi

suatu kenangan dari cerita kesatria bayangan yang terucap tanpa suara

gadis kecil hanya sebentar mengenal kesatria bayangan,

namun kenangan itu berada dalam hati terdalam,

perlahan mengganti kenangan malaikat putih,

hanya sebentar, tetapi untuk selamanya

setiap saat, gadis kecil mengirimkan bunga lewat angin,

hanya untuk memanggil kesatria bayangan,

kesatria bayangan akhirnya datang, tetapi hanya sepintas,

dan gadis kecil hanya melihatnya sepintas lalu

ada pesan tersembunyi di dalam pertemuan itu,

“jaga baik-baik dirimu,”

Dan tanpa suara kesatria bayangan pun menjawab

“kamu juga ya, jaga diri baik-baik”

Gadis kecil berlari,

Tetapi kesatria bayangan telah pergi

Pergi kembali

Tak pernah lagi dijumpai

Gadis kecil berhenti

Disana terdapat 99 simpang,

99 jalan untuk dipilih salah satunya

Satu jalan itu harus dipilih

Ingin sekali gadis kecil memilih jalan yang sama ketika kesatria bayangan pergi

Ingin sekali gadis kecil ke arah yang sama ketika kesatria bayangan pergi

Gadis kecil di 99 simpang,

Pemberhentian yang terlalu lama

Tiap kali angin menyapa,

Gadis kecil menitipkan pesan untuk kesatria bayangan

Gadis kecil ingin sebuah kepastian

Akankah kesatria bayangan menjadi sesuatu yang nyata,

Seperti dirinya

Di dalam dunia yang sama..

Gadis kecil tetap berhenti

Tidak melangkahkan kaki

Gadis kecil ingin mendapatkan jawaban yang mungkin disampaikan pada angin

Gadis kecil menunggu,

Tetapi, gadis kecil sadar dia harus berjalan

Kesatria bayangan telah mengajarinya berjalan kembali

Gadis kecil ingin agar apa yang telah diajarkan kesatria bayangan tidak sia-sia

Gadis kecil meninggalkan tempat pemberhentiannya

Gadis kecil mulai melangkahkan kaki

Dan dalam diamnya

Gadis kecil berbisik pada angin

Menyampaikan sebuah pesan satu lagi

“tanpa kusadari, aku telah jatuh cinta padamu, kesatria bayangan,

Tetapi,

Jika cinta sangat menyakitkan,

Jika cinta harus berakhir pada kehilangan,

Jika cinta merupakan suatu halangan,

Maka.. tak ingin lagi aku jatuh cinta,

Akan kusimpan cinta ini untukmu,

Sayonara kesatria bayangan,

Aku memilih jalanku sendiri,

Akankah jalan yang kupilih dapat membawa kita bertemu kembali,

Sampai jumpa…

Dilain waktu

Sayonara…”

Dan gadis kecil pun melangkah

Pergi…

Bookmark and Share

ADA APA DENGAN INDONESIA ?!

Jogja Pagi Hari, 17 Juni 2009

ada beberapa berita yang sedang hangat dibicarakan oleh berbagai media. termasuk tentang masalah diplomasi, ketahanan dan pertahanan negara, hingga menjelang pemilihan presiden 2009-2014. isu-isu seperti ini menurut saya tergolong sebagai isu krusial bagi negara indonesia.
yang pertama mencuat kembali kasus ambalad akibat ditemukannya kapal asing negara tetangga yang masuk ke dalam perairan negara Indonesia tanpa izin. dengan membaca berita tersebut, masyarakat indonesia seakan-akan diingatkan kembali kepada kegagalan pemimpin negri dan pembantu2nya yang gagal dijalur diplomasi dalam mempertahankan kepulauan negara indonesia. hal ini terutama sangat melukai para ilmuwan dan relawan yang akhirnya mati-matian memetakan pulau-pulau indonesia dengan mempertaruhkan nyawa.

masalah dengan negara tetangga dipicu juga dengan berita manohara salah satu model indonesia yang mendapat kekerasan rumah tangga. isu manohara ini semakin santer dibicarakan padahal mempunyai kemungkinan karena kesalahan individu. tetapi, beberapa simpatisan manohara menilai bahwa dari negara kita sendiri harusnya mempunyai kedubes yang bisa membela warga negara kita jika mengalami hal-hal negatif seperti halnya TKI yang mendapat perlakuan kekerasan meski sudah berstatus istri orang. well, setidaknya, kasus manohara menambah daftar yang harus diperbaiki dalam bidang diplomasi dan urusan luar negri. bukan saja karena hubungan kerjasama, tetapi juga harga diri bangsa. bagaimana sikap negara melindungi warga negaranya yang berada di negara orang.

dua masalah diatas, membawa pada perbincangan yang serius. yaitu politik luar negeri, dimana Indonesia dihadapkan pada perjanjian negara-negara ASEAN mengenai hubungan antar negara. sehingga Indonesia harus berhati-hati dalam bertindak. selain itu, hubungan internasional yang semakin mengglobal, indonesia berada diantara negara-negara kuat baru seperti china, India, semakin kokohnya Jepang dan politik asia pasifik yang dilakukan oleh Amerika. salah bertindak, bisa menjebak indonesia dalam keadaan bahaya. apalagi, amerika semakin memperkuat pangkalan militernya di Jepang dan malaysia.

perbincangan serius tersebut merambah kepada pertahanan dan ketahanan negara indonesia, mulai dari personalnya dan alat-alatnya. media-media indonesia semakin bersemangat untuk memburu berita kejelekan-kejelakan alat-alat perang TNI. tercatat akhir-akhir ini 7 maret 2009 Heli Hughes C300 TNI AD jatuh disemarang [tak ada korban], 6 april 2009 Pesawat Foller F-27 TNI AU jatuh di bandung [24 tewas], 20 mei 2009 Pesawat Hercules C-130 TNI AU jatuh di Magetan Jawa Timur [102 tewas], 8 Juni 2009 Helikopter Bolkow BO-105 TNI AD jatuh di Cianjur Jawa Barat [3 tewas]. dari peristiwa-peristiwa inilah petinggi-petinggi TNI berani meminta menaikkan anggaran untuk membeli alat-alat canggih - dengan tujuan utama pastinya siiih melindungi negara dari ancaman tak terduga [heheee.. ini sih menurut saya pribadi] - kepada DPR RI.

permintaan kenaikan anggaran untuk TNI inilah yang menjadi perbincangan hangat bagi kalangan politisi. bahkan bagi wartawan, pertanyaan mengenai hal ini menjadi wajib ditanyakan kepada capres-cawapres. dan dari jawaban merekalah dimana kita akan menjatuhkan pilihan kita untuk capres-cawapres lima tahun kedepan. yang akan memberikan kebijakan-kebijakan lainnya dibidang pembangunan, pertahanan keamanan, perekonomian, pertanian, ketenagakerjaan, pendidikan, dan lain-lainnya. dan disinilah, ketika kita salah memilih, bisa jadi kita akan benar-benar menjadi santapan bagi negara-negara lain yang sedang mengembangkan politik luar negrinya. manuver mereka mengerikan, ada yang berdalih bahwa mereka tidak perlu dijauhi karena sangat mencintai asia (merujuk pada amerika), dan ada yang secara frontal mengulik dari hal-hal kecil tentang hak paten budaya dan lainnya, serta ada juga bergerak dalam perekonomian dengan politik ekspor-impornya.

yang terus berada di dalam kepala ini, ADA APA sih DENGAN INDONESIA? seberapa kaya kah indonesia? kalau memang kaya sekali, kenapa kita tak menemukan orang-orang indonesia asli yang benar-benar cinta kepada negaranya sendiri dengan berkarya dan bekerja untuk negaranya sendiri. kalau memang apa yang diceritakan dalam novel rahasia Meede itu benar, ahh… ada apa dengan Indonesia?

dengan adanya isu-isu tersebut, saya semakin bingung, apa saya sudah memberikan kontribusi kepada negara ini sesuai dengan takaran saya? ya, bingung dalam arti lain. saya belum bisa menentukan kemana lagi saya akan melangkahkan kaki, berkarya lagi. adakah yang bisa membantu saya untuk menemukannya?

yang jelas, saya cinta negri ini, selamat buat para penerbang yang senin kemarin (15 Juni) di wisuda. saya akan seperti kalian. terbang dengan cara saya sendiri. wish me lucky (victory mark).

Bookmark and Share

Ima, Ai ni Yukimasu (Be With You)*

14 Juni 2009

awalnya, kamu mendekatiku, kamu bercerita segala hal tentang mu. tentang kegiatanmu, tentang keluargamu. akhir-akhir ini kau menjauh,  tak pernah lagi menanyakan kabar ku. aku berusaha berkomunikasi kepadamu. terus kucoba. kutanyakan kabarmu setiap hari. kuceritakan semua hari-hari yang  kulalui. aku tetap memperhatikanmu, bertanya tentang keluargamu, memintamu menemuiku, mengingatkan kebiasaan jelekmu yang harus diperbaiki. itu semua agar kita tak semakin menjauh. agar apa yang telah kau acuhkan tidak juga semakin aku acuhkan. agar ada sesuatu diantara kita. sesuatu yang dulu kau pinta. aku sayang dengan mu, bukan untuk menuntut sayang darimu, tapi hanya ingin bersama mu. Ima, Ai ni Yukimasu…

ahahahaaa… sedikit merekonstruksi ulang apa yang diceritakan adek bungsu saya, satu-satunya saudara yang saya miliki, mengenai cerita antara dia dan kekasihnya. waktu itu, beberapa minggu yang lalu, saya menertawakan cerita adek saya. tentunya, untuk menghormati sang adek, saya tidak tertawa di depannya. bahkan saya hanya tersenyum manis, dan dengan bijak memberikan saran kepadanya.

ironinya, baru sekarang saya merasakan, jangan-jangan.. yang terjadi pada wanita tersebut sedang terjadi juga dengan saya. saya memang termasuk orang yang tidak ambil pusing dengan suatu hubungan. tetapi semakin saya melihat diri saya, semakin saya sadari bahwa saya juga telah mengeluarkan statement seperti diatas meski tidak secara langsung kepada yang bersangkutan. saya terlalu gengsi untuk mengatakan hal tersebut. tetapi yang saya pikirkan lagi, kalau hubungan ini berlangsung lagi untuk kedua kalinya bagi beliau, ketika saya pun ikut mengacuhkannya dan tanpa komunikasi lagi, bisa dipastikan beliau semakin sulit untuk menjalin hubungan dengan orang lain. tapi kemungkinan yang lain adalah, saya terlalu percaya diri bahwa saya layak dicintai oleh seseorang. mungkin beliau malah tidak ingin bersama saya.

aaaakh… inilah yang sebenarnya saya tertawakan. wanita, terkadang terlalu lemah untuk urusan cinta. inginnya bersama dengan yang dia cintai. tetapi apakah orang yang bersangkutan juga menginginkan hal yang sama? dimana satu hal yang ingin dilakukan adalah melihat wajah pasangannya disisinya setiap pagi. wohooo…. sungguh, apakah ada lelaki yang berfikir seperti itu?

ahahaa.. pikiran yang terlalu kekanak-kanakan saya rasa. status di plurk pernah saya tulis “SKEPTIS AKUT”. apa saya sudah lama untuk skeptis terhadap suatu hubungan?

jadi ingat tentang film jepang berjudul Ima, Ai ni Yukimasu. mungkin, suatu saat nanti, dengan skeptis tingkat akut, saya akan rela tinggal di desa terpencil dengan keluarga kecil. dan, selama itu keluarga kecil tersebut akan ada selamanya di dalam hati saya.

nah, nah,, yang paling lucu… saya sedang mendengarkan lagunya Titi Kamal Feat Anji Drive - Resah Tanpamu [playlistnya di suffle lhoo]. ahahaa…

* ini adalah judul sebuah film Jepang dengan genre drama yang diproduksi tahun 2004.

Ai… Ogenki desu ka?

Bookmark and Share

KISAH POHON APEL

Dapat crita ini dari kaskus.us

Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.

Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya. Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih.

“Ayo ke sini bermain-main lagi denganku,” pinta pohon apel itu.
“Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi.” jawab anak lelaki itu.
“Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya.”
Pohon apel itu menyahut, “Duh, maaf aku pun tak punya uang… tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu.”

Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.

Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang.

“Ayo bermain-main denganku lagi.” kata pohon apel.“Aku tak punya waktu,” jawab anak lelaki itu.
“Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?”
“Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu.” kata pohon apel.

Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira. Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.

Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya.

“Ayo bermain-main lagi denganku.” kata pohon apel.
“Aku sedih,” kata anak lelaki itu.“Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?”
“Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah.”

Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.

Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian.

“Maaf anakku,” kata pohon apel itu.
“Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu.”
“Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu.” Jawab anak lelaki itu.
“Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat.” Kata pohon apel.
“Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu.” jawab anak lelaki itu.
“Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini.” Kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata.
“Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang.” kata anak lelaki.
“Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu.”
“Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang.”

Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon. Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.

Ini adalah cerita tentang kita semua. Pohon apel itu adalah orang tua kita.

Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita. Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apapun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah terkadang cara kita memperlakukan orang tua kita

Bookmark and Share

Gomenasai

Kehidupan saya tidak selalu bagus. Ada sisi tergelap dalam hidup saya. Yang semoga Tuhan melindungi saya dan menutupinya. Butuh waktu lama untuk bisa bangkit kembali.

 

Akhir-akhir ini saya selalu berada di ruangan saya. Tidak keluar sama sekali. Beberapa kali teman-teman saya bergantian menjenguk untuk memastikan saya baik-baik saja.

 

“Saya baik-baik saja ko,” jawab saya dengan sikap mengajak mereka ngobrol sebentar dan mereka pun keluar dari kamar saya.

 

Siang itu, dalam jeda yang agak lama, saya memandangi tulisan saya di layar laptop. Tulisan untuk tugas akhir saya. Tulisan yang bagi saya terus berputar di kepala tanpa bisa dijabarkan.

 

Akhirnya dengan reflek saya menuliskan offline messege untuk seseorang. Kedengarannya sangat menyedihkan sekali jika saya membaca lagi tulisan tersebut. Saya bilang, “Saya lama tidak lulus dan merasa bodoh”. Tak ada tanggapan darinya sama sekali. Tentu saja. Tak kan ada tanggapan darinya. 

Selang beberapa menit setelah menulis offline messege, saya menangis. Saya menangis bukan karena tidak mendapatkan tanggapan. Saya menangis karena saya seperti ditampar dan diingatkan tujuan utama saya pada akhir-akhir ini.

 

Semua kejadian satu demi satu seperti menyatakan bahwa saya keterlaluan. Saya tak ubahnya seorang pendosa dengan sifat kemalasan saya ini. Saya sudah melupakan tujuan saya. Final goal saya.

 

Saya terpuruk begitu lama. Hingga saya mencoba untuk menggambar time line selama dua tahun belakangan. Kejutan besar bagi saya. Sepertinya saya mati-matian memompa semangat saya untuk terus bangkit meski dengan susah payah. Apa orang lain tau betapa saya terseok-seok untuk memulai hidup baru?

 

Ditambah sering kali emosional saya diuji. Refleksi saya, selama dua tahun lebih hampir sering saya menyatakan matikan saja rasa dihati ini dan jadikan saya boneka. Namun berkali-kali pula saya mendapatkan pengalaman-pengalaman yang mendorong saya untuk melanjutkan mimpi itu.

 

Teringat saya pada pengalaman bertemu dengan seseorang di dalam bis ketika saya pulang ke rumah. “Bagus, sukses, tapi butuh kerja keras dan perjuangan dari anda”. Tak ada maksud apa-apa dari beliau. Kemudian pengalaman saya yang lainnya, percakapan dengan seorang eksekutif manager di perusahaan pertambangan, “Tampaknya anda anak yang cukup sukses”. Tak ada maksud lain juga dari beliau.

Saya tersenyum,, air mata masih mengalir.

 

Tuhan, saya berharap bisa bertemu dengan beliau-beliau lagi, untuk menggali sebuah ilmu kehidupan. Meskipun ilmu kehidupan yang Engkau berikan selama ini sangat berharga bagi saya.

 

Mata saya kembali menatap layar monitor, terlihat tulisan offline messege saya dan tugas akhir saya, reflek saya berucap “Gomenasai”.

 

Teruntuk orang-orang yang saya sayangi tetapi telah saya sakiti “Gome ne”

Bookmark and Share

Menajamkan Rasa, Mengobati Luka

Jogja, FB, 31 Januari 09, [di post kan 1 Februari 09]

Saya terbangun dari tidur saya yang sangat panjang. Sangat panjang bagi saya, karena beberapa kali tidur saya terinterupsi dengan panggilan teman-teman kost, dering alarm handphone, sms, telepon tak bertanggungjawab bahkan karena pukulan seseorang yang langsung mengenai perut atas saya. Yang kemudian saya sadari hal yang menginterupsi paling terakhir tersebut adalah bagian dari mimpi saya. 

Sekali lagi hP saya berbunyi, dengan enggan saya buka hP. Ada beberapa pesan pendek yang sudah menanti dan 2 daftar panggilan tak terjawab. Saya membaca pesan pendek tersebut dengan senyum yang mengembang. Namun, 1 pesan yang membuat saya benar-benar terbangun adalah pesan pendek dari teman saya: ”Bali is sooo… Cool. kpan k Bali jeng? hwehee..”
Benar-benar pesan pendek yang mengena bagi saya. Janji saya pada diri sendiri adalah januari 2009 akan saya habiskan di Bali dengan teman saya untuk 4-5 hari. Dan hingga 31 Januari 2009 saya masih terbangun dari tidur saya di kamar kost yang menurut saya sangat nyaman tetapi harus segera ditinggalkan. Saya tidak ingin terus terbenam dikamar saya.

Pesan pendek dari teman saya tersebut segera saya balas dengan berbagai pertanyaan. Dan saya mencantumkan sebuat statement : “Omigod.. I will go there. I promised.” Setelah layar hP saya memberikan keterangan pesan dikirim, saya menyalakan mesin pembantu untuk menulis tulisan terakhir sebagai tugas terakhir yang harus saya kerjakan.
Tetapi tindakan saya lainnya, dengan memasang modem kecil penghubung antara saya dengan dunia yang lebih luas di luar sana menjadikan saya lebih dahulu mencari informasi mengenai penginapan yang telah dijanjikan kepada saya hingga pertengahan maret 2009 nanti. Darah saya seakan-akan mencapai titik tertinggi, saya sangat-sangat ingin k Bali setelah saya mengetahui beberapa informasi mengenai hal-hal yang ingin saya tau.
Saya berganti memeriksa pesan di daftar email saya. Sekali lagi saya terhentak dengan adanya email harian dari teman saya yang sangat setia untuk mengatakan apa yang harus saya lakukan hari ini. Sering kali, bahkan salalu tidak saya perhatikan kata-kata teman saya melalui email-emailnya yang datang setiap hari. Namun hari ini, kata-katanya menjadikan saya berteriak ‘How do you know about that?!’. Di dalam email tersebut dituliskan kalimat : “If everything seems stagnant, it is. What happened to all those crazy, interesting goals? You’re in the doldrums right now. It’s time to put some plans in motion; create a few milestones. Whether it’s macking on that hottie at the gym or earning your degree, do it.” Akhirnya, saya merasa saya harus menyelesaikan semuanya yang telah saya tunda. Lebih tepatnya yang sengaja saya tunda.

Kemudian saya teringat alamat blog yang diberikan teman gila saya. Semalam, dia memberikan alamat blog yang ditulis oleh sesama manusia bulaksumur pos. Si penulis adalah seorang reporter. Dan saya membuka alamat blog lainnya yang diberikan salah satu teman yang menganggap tulisan tersebut inspiratif banget. Kedua blog tersebut menjadi salah satu amunisi untuk mengawali berbagai tulisan dan satu pekerjaan tapi menuntut banyak pikiran.

Tiba-tiba satu pesan pendek masuk melalui hP saya yang selalu ada disamping saya. Satu pesan pendek yang menanyakan sedang apa saya sekarang. Jawaban saya adalah “sedang menajamkan rasa, mengobati luka”. Yang selanjut dibalas oleh teman saya “baru tau kalo rasa bisa ditajamkan”. Jika ingin tau rasa apakah yang harus saya tajamkan, luka apa yang harus saya obati, mungkin uraian diatas adalah sebagian dari jawabannya. Saya harus menajamkan rasa. Rasa semangat. Semangat yang kadang meluap-luap hingga tak tertampungkan, dan terkadang semangat yang menyusut kering hingga terkadang tak saya temukan sumbernya. Rasa ini yang harus saya pertajam. Rasa agar saya bisa cepat berdiri dan bangkit untuk memperjuangkan sebuah asa. Karena dahulu, 2 tahun yang lalu, rasa ini telah koyak bersama datangnya sebuah luka.

Saya kembali teringat dengan kata-kata teman saya yang akhir-akhir ini sangat saya percaya untuk berbagi “You seems so pathetic, Jeng”. “Do I?, Yes maybe you are right” jawab saya. Saya sangat suka kejujurannya, dia menjuluki dirinya sebagai orang yang ‘what you see is what you get’. Dan terkadang diamnya saya menjadikan dia slalu menerka-nerka apa yang akan menjadi jawaban saya. Yang sesungguhnya ketika saya diam, pikiran saya juga ikut diam, itulah saya, tak mempunyai banyak pikiran. Tapi menjadi terlihat sangat menyedihkan. Karena ketika saya menginginkan sesuatu, saya harus menyelesaikan sesuatu yang mendesak pula untuk dikerjakan. Ini yang menjadikan saya terlihat menyedihkan, yaitu ketika saya ingin k Bali, saya masih harus menyelesaikan revisi. Sungguh saya tidak tau harus bagaimana. Pikiran saya berhenti begitu saja, tapi saya tetap saja menulis. Hingga menghasilkan sebuah catatan hari ini. Bahwa saya sedang menajamkan rasa, mengobati luka. Bahwa saya,,, tidak ingin terlihat menyedihkan lagi… Bahwa saya, tidak ingin dimarahi lewat telepon karena kesalahan komunikasi.
Bahwa saya,,, ah,, sudahlah.. *mulai kembali melihat buku tebal disamping saya*.

P.S. Terimakasih buat teman-teman saya,, I Love You All..

 

Note: Tulisan ini pernah dipublikasikan di my Facebook note

Bookmark and Share

Holly Crap! Kucing di jadiin Umpan mancing Ikan Hiu!!

Dapet infonya sih dari kaskus juga [tread ini sedang jadi hot tread]. Kaskuser tersebut mendapat info dari sini : save our cats langsung ke tkp buat kalian yang pengen liat videonya. “Save our cats and kittens society from fisherman”.
Pemancing sekarang ini menggunakan kucing sebagai umpan mancing Ikan Hiu, blue marlin, dan ikan sejenis. Mereka para pemancing merasa senang dengan hasil tangkapannya. Tapi yang saya lihat sih mereka juga senang dengan meong-meong-nya si kucing yang kedinginan, berusaha berenang ketepian, merasa terancam hidupnya dengan adanya pemangsa yang keji. Hufh! Yang dikutuk disini si pemancingnya yang gak berperikekucingan.

Mengapa ada tindakan ini? Rentetannya antara lain: global warming - suhu bumi lebih hangat - lamanya masa kawin kucing - banyak anak kucing - smakin banyak kucing yang terlantar. Jadinya para pemancing memanfaatkan kucing2 tsb sbg umpan. Yang biasanya dipake sih kucing item gitu. Lebih tepatnya anak kucing yang berbulu item. Hwuaaa kasian kaaan…
Beberapa temen di Kaskus memberikan tanggapan kenapa gak pake daging yang lain. Misal daging ayam yang kena flu burung. Bolehlah ide ini.
Yang membuat saya malah mengangkat topik ini adalah, kalo saya menyatakan diri saya sebagai ‘pecinta binatang’, daging apapun itu, tidak akan saya gunakan sebagai umpan memancing. Lagipula, darimana sih mancing dikatakan sebagai olahraga? Sedangkan ikannya sendiri dianiaya. Mengacaukan ekosistem di laut.
[Maaf ya cuap-cuap dikit] Kemarin saya sempat blog walking. Saya menemukan tulisan yang menarik, bahwa global warming adalah akibat manusia sendiri.

Dituliskan dalam blog tersebut, binatang-binatang sekarang ini di hutan, kalo mereka bisa bicara, udah pada khawatir, bingung, gak punya tempat buat tidur nyenyak, pup aja mpe ngeden. Gara-garanya karena hutan digunduli, habitat mereka dirusak jadi perumahan baru, ngambil tambang dengan seenak udel. Eh ternyata masih aja ada orang dengan tampang sok gagah, membawa senapan, kendaraannya jeep for jungle track, dipasangi jirigen kosong bwt gaya. Orang-orang desa yang tinggal di dekat hutan berdecak kagum melihat mereka. Beuh! Mereka langsung menyombong. Dan mereka membuang waktu di hutan untuk berburu. Padahal masih banyak permasalahan dinegara ini yang perlu diatasi, lhah malah mereka berburu di hutan. Kalo itu pada jaman primitif sih okay, kita harus bertahan untuk hidup. Nah sekarang kita sudah menjadi petani dan peternak, makanan tersedia disekitar kita, kenapa lagi kita harus mengancam binatang2 tersebut?
Itu semua yang diungkapkan di sebuah blog, dan ini juga yang saya pertanyakan pada para pemancing yang mengkultuskan bahwa memancing adalah olah raga.
Para pecinta binatang terutama kucing mengajak kita untuk memprotes tindakan memakai kucing sebagai umpan memancing.
Sedangkan saya, dalam note di facebook ini, mengajak kalian untuk lebih menjaga kelestarian alam. Alam dalam artian luas. Termasuk tindakan kita dalam hemat energi. Yah, tindakan paling awal sih saya akan mengajak diri saya sendiri.
Hemm,, mungkin hanya ini uneg-uneg saya mengenai tread di kaskus. Karena mereka hanya melihat dari sisi kucingnya saja. Tidak melihat secara keseluruhan. 
Terimakasih sudah membaca dan berkomentar mengenai hal ini.

 

Note: Tulisan ini pernah dipublikasikan di my Facebook note

Bookmark and Share

CHICKEN TERIYAKI I’M COMING…

23 Jan 08
FB, Jogja 22.00 wib
Sore hari ini hingga malam hujan mengguyur jogja, setelah beberapa hari tidak hujan dan menimbulkan suasana gerah. Hati ini berbisik mengucap rasa syukur karena akhirnya kembali lagi jogja yang ‘adem’.
Setelah sholat maghrib dan berdoa untuk hari esok,, saya masih saja tidak dapat menahan untuk selalu dekat dengan ‘plurk’. Hehee… Ini karena banyak sekali yang ingin diungkapkan walau hal sepele. Salah satu teman saya memberikan tread baru “tercium bau chicken katsu *lari menuju dapur*”. Langsung segera perut saya berbunyi sebagai tanggapan terhadap tread temen saya. Tiba-tiba temen kos saya datang membawa sebungkus nasi tempe penyet. Dia bilang mau ikut makan di tempat saya. Saya sih bilangnya “boleh”. Tapi saya kan lagi gak makan, kenapa dia ikut makan? Sepertinya salah ijin nih. Harusnya dia minta ijin numpang tempat buat makan. hahahaa.. Haduh, perut mengkerut lagi. T,T…
Seperti disuruh maem oleh semua orang, ternyata tread saya di plurk “[ammunition 1] physical practicing” mendapat tanggapan “udah makan belum?”. Tentunya jawaban saya adalah “belum, ujan nih disini, bikin males keluar”. Semua kejadian yang menyinggung makanan membuat saya menimbang-nimbang kembali. Sepertinya saya harus makan. Dan makanan itu adalah masakan jepang.

Jam 21.00 teng, saya langsung ganti baju dan mengambil jaket, kunci motor yang menggantung ditempatnya langsung saya sambar. Meninggalkan teman saya yang tertidur pulas. Sewaktu mengeluarkan motor dengan tergesa-gesa, saya bertemu teman kos yang sedang asyik duduk berduaan diterangi temaramnya lampu depan kos saya. Hahaaa jam 21.00 untuk ukuran sekarang memang masih sore. Ketergesa-gesaan saya, diiringi hujan rintik dalam kepergian saya, mungkin membuat teman saya tersebut bertanya-tanya (tapi ini sih masih dalam kemungkinan, siapa tau mereka malah cuek aja. :D). 
wUUUzzz… motor digeber,, melewati bunderan teknik ugm, melewati hutan biologi ugm, masuk ke jalanan kompleks biologi dan kedokteran, belok kiri menuju jalan kaliurang, sebelum perempatan MM ugm, pelan tapi pasti, saya parkir motor saya tepat di depan penjual masakan jepang. 

Saya langsung memesan Chicken teriyaki + nasi 1. Bungkus.

Dalam penantian saya, suasana kota jalan Kaliurang di malam hari, dengan rintik-rintik hujan, kabut yang sedikit tebal, menjadikan saya tersadar untuk yang kesekian kali. Saya cinta dengan jogja. Suasana yang seperti tadi yang membuat saya jatuh cinta dengan jogja dan tetap memburu ugm dalam ujian masuk universitas 5,5 tahun yang lalu. Namun, saya juga tersadar, meskipun saya jatuh cinta dengan jogja, saya harus segera meninggalkan jogja. Pergi untuk mengejar impian saya yang lain. Saya sudah terlalu lama stuck disini. Tapi seperti kata teman saya Rieva, jangan pernah disesali, karena Manusia nggak akan belajar dari kesalahannya kalo waktu diputar kembali. hmm,, iya,, dan saya tidak mau menyesal karena paling nggak, malam ini saya masih mencium udara khas jogja. *gimana coba baunya..*. Dan,, kembali saya teringat dengan salam perpisahan dari dosen pembimbing saya TA, saya merasa masih sedikit mengecewakan beliau, saya belum bisa membanggakan beliau. Pelukan hangat dari beliau menjadikan saya sangat emosional, terharu gak karuan. Yah, inilah yang membuat saya tidak ingin melewatkan dan tidak mensyukuri waktu saya selama di jogja, saya telah menjalin persahabatan dengan dosen pembimbing saya. Saya berjanji pada diri sendiri, akan berusaha membanggakan beliau.

Masih se’adem’ jogja, se-mellow hati ini, pengamen jalanan menyanyikan lagu SO7-yang terlewatkan. *menghela nafas* memang ada yang terlewatkan dalam hari-hari saya, saya kurang mencari sesuatu yang saya tuju disini. Di jogja tercinta ini. 

Pengamen jalanan berlalu setelah hampir 1 lagu dinyanyikan, tak lama kemudian makanan yang saya pesan sudah siap untuk dibawa pulang. Kembali saya mengendarai motor dengan happy,, membayangkan makanan yang ada ditangan saya.

Sesampai di kost, saya tidak sabar ingin segera menyantap makanan ini. Tetapi kaget juga makanannya tumpah. Ditambah lagi, teman saya masih tertidur pulas. hahahaaa… Yah, akhirnya, dengan semangat empat lima tambah lima lima jadi seratus, saya menyantap makanan, ngerespon plurk, menikmati setiap suapan. Hingga akhirnya komplain bahwa dimana saja, kapan saja, saya masih tetap tidak bisa menerima rasa salad. Daaan, tulisan ini ditutup bersamaan selesainya saya makan, minum sebotol air mineral.

Alhamdulillah, chicken teriyaki sudah ada dalam perut saya. Thankyou to my Lord… ^_^

 

Note: Tulisan ini pernah dipublikasikan di my Facebook note

Bookmark and Share

hoooooooohhhh,,, mY GoD…….

current affairs… when i face it

n i say "hoooooooohhhh,,, mY GoD……."
yep,, Uhmmm,, how i start this explaination…
Yesterday my friend said that he has a big affairs. he has have a wife. a beautiful  wife with two children. the older is 19 years old, and the youngest is 13 years old. and he told me that he was fallin’ in lave with a young girl (21 years old) who has a beautiful face and body. her hair was long straight, her tall is 168 cm. good looking, good body. WOW!! he said that it is his lucky. the girl was fallin’ in love with him too. he said that the girl like him out and inside. eventhough he already have a wife (beautiful too) and two children. and he said, if the girl not get a job a month ago, his family will get broke. he don’t want his wife hurt but he love his girlfriend too. in that situation, he felt that it is the lucky faor himself and nightmare for his family. and I said hoooooooohhhh,,, mY GoD…….
in another story, my friend another big guy (46 years old). he lives at jordan with a peaceful family. beautiful wife, 5 children, the youngest still 5 month years old. cute baby i think. he told me that he want merit again. with some one more younger than he. the girl was 22 years old. he told me that his wife must accept if he want merit again. the wife can’t refuse what the husband made decisions. and I said hoooooooohhhh,,, mY GoD…….
hemmmm,,, i just telling u ..
and big question mark was in my head.
yup, jadi apa tiap suami tu selalu pengen punya istri kedua?
teman saya, teman baik saya, selalu mengatakan dia tidak ingin dimadu. kalaupun suaminya ingin menikah lagi, dia harus punya ijin dari istrinya. begitu juga menurut dia, hal tersebut harus ada ijin dari istri. negara telah membuat undang-undangnya. hal tersebut untuk melindungi si wanita. and I said hoooooooohhhh,,, mY GoD…….
kenapa negara musti ikut campur?  kalo berdalih melindungi wanita. lalu gimana nasib janda muda yang butuh suami lagi, cewek2 yang belum nikah, kenapa sampai ada pekerja seks, why? lalu, bagaimana dengan jumlah wanita yang lebih besar dibanding laki-laki? kalau 1 laki-laki harus punya 1 istri, lalu bagaimana dengan sisanya? siapa yang akan melindungi para wanita itu? Negara kah?
so i asking why?
why, untuk kenapa semudah itu seorang laki-laki jatuh cinta dan bilang istri harus menerima
why, untuk kenapa sekeukeuh itu seorang perempuan tidak ingin dimadu atau memiliki madu
why, untuk kenapa negara ikut-ikutan mengatur / melarang padahal itu urusan masing-masing individu.
teman saya bilang itu adalah masalah pilihan. hidup adalah sebuah pilihan dimana tiap pilihan mempunyai konsekuensi masing2. beberapa orang menyetujuinya. tapi saya tidak setuju. kenapa?
and I said hoooooooohhhh,,, mY GoD……. kenapa musti memilih jika itu telah ditetapkan oleh God yang mempunyai kebijaksanaan lebih dari apapun-siapapun.
isu ini telah menjadi pembicaraan lama. yang menjadi inti dari blog kali ini adalah kisah cerita mereka yang mempunyai affair. kadang manusia menganggapnya wah. tapi hal tersebut sebenarnya biasa. sehingga pertanyaan selalu muncul disetiap kejadian dimuka bumi ini.
dapatkah kita menerima dan menjawab pertanyaan itu?

regards
tih

Bookmark and Share