ada seorang gadis kecil,
yang sejak kanak-kanak menginginkan bertemu dengan pangeran berkuda putih
yang akan membawanya pergi
bahkan membawanya terbang ke langit yang tinggi
suatu hari,
dia menganggap ada sesosok malaikat putih yang datang dari langit
terlihat berkilau
bahkan mengajari perihal kehidupan
memahami sejarah,
memahami kepedihan,
memahami tangisan,
memahami pukulan,
dan memahami betapa pentingnya berdiri kembali setelah terjatuh
malaikat putih sempat membawa gadis kecil terbang menuju ke langit,
indah terasa dari atas awan,
angin yang bertiup semakin kencang malah membuatnya senang
bahagia di dalam pelukan dan genggaman malaikat putih,
gadis kecil mendekapnya semakin erat,
namun, bumi masih tetap terlihat, bumi masih memanggil si gadis,
dan malaikat putih tak sekuat dugaannya,
meskipun pegangan gadis kecil semakin erat,
gadis kecil tak bisa selamat lagi,
dia terjatuh,
malaikat putih tak mampu menahannya,
malaikat putih harus tetap berada di langit,
malaikat putih tak dapat menjangkau gadis kecil lagi,
gadis kecil itu jatuh,
semakin cepat jatuhnya,
tinggi…
langit yang tinggi,,,
terus menjauh,
gadis kecil terjatuh, tetapi ingatannya terhadap langit biru, ketinggian, indahnya kerlip bintang, indahnya kerlip lampu yang ada di bawah, hangatnya matahari, tak dapat dilupakan…
gadis kecil terjatuh dengan tersenyum,
senyum yang melegakan,
dia merelakan segalanya,
meski jatuh, dia merasa bahagia telah pernah sekali terbang dengan malaikat putih…
bumi menerima tubuh gadis kecil,
sakit,
punggung tak bisa tegak,
debumnya menyebabkan debu di sekitar,
tak dapat melihat lagi,
gadis kecil meringis kesakitan,
air mata jatuh tak tertahan, tanpa suara
gadis kecil mencoba menikmati sakitnya,
gadis kecil terpekur sendiri,
gadis kecil menco
bingung di tempat yang tak ia kenal
bumi memang tempatnya,
tapi tempat ia berada terasa berbeda
ada amarah dalam dadanya
ada kegalauan di dalamnya
ada gejolak yang ingin dia tumpahkan
hampir dia berteriak
hanya saja tak dapat dikeluarkan
suara itu tak ada
dunia yang asing baginya
diantara debu-debu yang bertebangan,
terdapat bayangan,
segala sesuatunya menjadi jelas
bayangan tersebut semakin mendekat
bayangan tersebut semakin jelas
sekali lagi, tanah disekitarnya semakin terasa familiar
gadis kecil terpana dengan kedatangan sang bayangan
bayangan yang datang dengan diam
bayangan yang datang menghilangkan smua kegelapan
dia bayangan
bayangan ada bersamaan dengan hari terang
bayangan mengulurkan tangan kepada gadis kecil
gadis kecil tetap terpana
tidak mengerti arti semua hal yang sedang terjadi
bayangan tetap mengulurkan tangan untuk sang gadis kecil
ragu meliputi gadis kecil
tapi gadis kecil tetap menggapai tangan itu
gadis kecil merasakan kehangatan pada tangan besar itu
gadis kecil merasakan semangat lagi
semangat untuk berdiri kembali
gadis kecil sadar, dia hanya menggenggam tangan bayangan
gadis kecil ingin tetap menggenggam sesuatu
sesuatu yang hangat,
sesuatu yang bisa menghentikan linangan air mata tanpa suara
menggantinya dengan cahaya yang hangat
menggantinya dengan senyuman yang hangat
bayangan menarik gadis kecil untuk berdiri
tanpa suara,
bayangan menceritakan segala sesuatu yang membuat gadis kecil bersemangat kembali
bayangan memberinya angan
angan yang baru
semangat untuk berjalan kembali,
walau dengan tertatih
gadis kecil bisa melihat langit biru di atas
gadis kecil tersebut tersenyum
gadis kecil mengenali malaikat putih di atas sana
gadis kecil berdoa, semoga malaikat putih bahagia di atas sana
gadis kecil tau, langit biru adalah tempat terbaik untuk malaikat putih
disampingnya, gadis kecil masih menggenggam tangan bayangan
gadis kecil menyebutnya kesatria bayangan
dia datang ketika gadis kecil butuh dukungan dan pertolongan
gadis kecil melewati belajar berjalannya yang kedua kali dengan kesatria bayangan
seperti kedatangannya beserta dengan ketenangan dan cahaya terang,
begitu pula kepergiannya dengan ketenangan dan hilangnya cahaya…
gadis kecil kalut,
kesatria bayangan telah pergi bersama dengan senja di ufuk barat
kesatria bayangan hanya menemaninya ketika dia pertama kali belajar berjalan kembali,
kesatria bayangan adalah sementara waktu
kesatria bayangan adalah angan
angan gadis kecil untuk bahagia bersama
tetapi
sepenggal waktu bersama kesatria bayangan membuat sang gadis tegar
gadis kecil hanya percaya, jika pagi menjelang, pasti kesatria bayangan akan datang
tiap pagi, gadis kecil menanti,
tiap sore, gadis kecil menghela nafas,
tiap pagi, gadis kecil kembali menanti,
tiap sore, gadis kecil kembali menghela nafas,
dan tiap penantian itu, kesatria bayangan tak pernah datang kembali
kesatria bayangan telah menghilang
tak ada kabar dari burung pagi dan burung malam,
kesatria bayangan hanya membantunya untuk berdiri,
kesatria bayangan hanya membantunya untuk berjalan kembali,
kesatria bayangan hanya memberinya sedikit kenangan,
kenangan indah tentang senyum, teman, keluarga, dan kerinduan akan ibu pertiwi
suatu kenangan dari cerita kesatria bayangan yang terucap tanpa suara
gadis kecil hanya sebentar mengenal kesatria bayangan,
namun kenangan itu berada dalam hati terdalam,
perlahan mengganti kenangan malaikat putih,
hanya sebentar, tetapi untuk selamanya
setiap saat, gadis kecil mengirimkan bunga lewat angin,
hanya untuk memanggil kesatria bayangan,
kesatria bayangan akhirnya datang, tetapi hanya sepintas,
dan gadis kecil hanya melihatnya sepintas lalu
ada pesan tersembunyi di dalam pertemuan itu,
“jaga baik-baik dirimu,”
Dan tanpa suara kesatria bayangan pun menjawab
“kamu juga ya, jaga diri baik-baik”
Gadis kecil berlari,
Tetapi kesatria bayangan telah pergi
Pergi kembali
Tak pernah lagi dijumpai
Gadis kecil berhenti
Disana terdapat 99 simpang,
99 jalan untuk dipilih salah satunya
Satu jalan itu harus dipilih
Ingin sekali gadis kecil memilih jalan yang sama ketika kesatria bayangan pergi
Ingin sekali gadis kecil ke arah yang sama ketika kesatria bayangan pergi
Gadis kecil di 99 simpang,
Pemberhentian yang terlalu lama
Tiap kali angin menyapa,
Gadis kecil menitipkan pesan untuk kesatria bayangan
Gadis kecil ingin sebuah kepastian
Akankah kesatria bayangan menjadi sesuatu yang nyata,
Seperti dirinya
Di dalam dunia yang sama..
Gadis kecil tetap berhenti
Tidak melangkahkan kaki
Gadis kecil ingin mendapatkan jawaban yang mungkin disampaikan pada angin
Gadis kecil menunggu,
Tetapi, gadis kecil sadar dia harus berjalan
Kesatria bayangan telah mengajarinya berjalan kembali
Gadis kecil ingin agar apa yang telah diajarkan kesatria bayangan tidak sia-sia
Gadis kecil meninggalkan tempat pemberhentiannya
Gadis kecil mulai melangkahkan kaki
Dan dalam diamnya
Gadis kecil berbisik pada angin
Menyampaikan sebuah pesan satu lagi
“tanpa kusadari, aku telah jatuh cinta padamu, kesatria bayangan,
Tetapi,
Jika cinta sangat menyakitkan,
Jika cinta harus berakhir pada kehilangan,
Jika cinta merupakan suatu halangan,
Maka.. tak ingin lagi aku jatuh cinta,
Akan kusimpan cinta ini untukmu,
Sayonara kesatria bayangan,
Aku memilih jalanku sendiri,
Akankah jalan yang kupilih dapat membawa kita bertemu kembali,
Sampai jumpa…
Dilain waktu
Sayonara…”
Dan gadis kecil pun melangkah
Pergi…